1. Teori
Etika utilitarian adalah suatu idea atau faham dalam falsafah moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar.
Teori utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.
2. Kasus
Salah satu contoh usaha yang ada dirumah saya yang dapat memberikan manfaat adalah usaha cuci steam motor .
3. Analisis
Teori utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat. Salah satu contoh usaha yang ada itu adalah usaha cuci steam motor , terletak di samping rumah saya yang terletak di kranggan . jl mawar 3 no 41 kranggan permai - bekasi. Menurut saya manfaat yang dapat diarasakan dari keberadaan cuci steam itu adalah mempermudah pengguna kendaraan disekitar situ untuk membersihkan kendaraan mereka. Tempat yang nyaman, harga yang terjangkau yaitu Rp 10.000,00 per kendaraan . Jadi dapat disimpulkan bahwa sesuai teori utilitarian salah satu contohnya adalah usaha cuci steam motor
Sumber:
http://sitisaiyah.blogspot.com/2013/10/teori-etika-utilitarian.html
http://senyumanmuhidupku.blogspot.com/2012/10/etika-utilitarianisme_690.html
Monday, October 13, 2014
Thursday, June 12, 2014
Tidak Adanya Kantin
Tidak adanya kantin didalam
lingkungan kampus membuat sulitnya mahasiswa
dalam mencari /memperoleh makanan atau minuman dengan mudah .hal ini
banyak di keluhkan oleh mahasiswa gunadarma.biasanya mahasiswa gunadarma dapat
membeli makanan atau minuman harus keluar kampus.dengan dibangunnya kantin di
dalam kampus dapat menguntungkan di dua pihak , baik pihak mahasiswa maupun
pihak gunadrma itu sendiri.dilihat dari sisi mahasiswa segi menguntungkannya
yaitu mudah memperoleh makanan atau minuman adaupun keuntungan lainnya yang
diperoleh dari bangunnya kantin di dalam kampus , mahasiswa dapat membuka usaha
di kantin tersebut.dilihat dari sudut pandang gunadarma menguntungkannya adalah
mendapat laba dri uang sewa dari yang berjualan di kantin tersebut.
Guna menambah kenyaman mahasiswa
apabila dibangunnya kantin di dalam lingkungan kampus,sebaiknya di berikan
fasilitas yang menunjang , seperti di pasangnya wifi dan dijaga kebersihannya.
Layanan Akses Internet
1. Layanan Studentsite. Studentsite
mempunyai keunggulan yang sangat membantu mahasiswa dalam perkuliahan. Semua
mahasiswa harus mempunyai studentsite karena selain tugas dari dose nada tugas
lain yang terdapat di studentsite atau tugas secara online. Studentsite
terkadang susah di akses jika nilai-nilai sudah pada keluar. Semesti nya ada
site yang menjadi akses lain untuk membuka studentsite.
2. Laboratorium Praktikum. Minimnya komputer
yang disediakan membuat pembelajaran jadi kurang nyaman dan kurang efektif
untuk mahasiswa, dan komputer yang sering sekali banyak yang rusak. Memang praktikum ini hanya 2 kali setap
seminggu tetapi alangkah baiknya jika fasilitas komputer yang ada itu lebih di
perhatikan, sehingga tidak ada keluhan dari mahasiswa yang menggunakannya.
3. Wi-Fi yang tersedia terkadang susah di
akses. Seharusnya ditambahkan lagi kuota Wi-Fi agar semua mahasiswa bisa
merasakannya.
Parkiran Motor
Pada penulisan kali ini , saya akan
membahas universitas Gunadarma , menurut
saya parkiran sepeda motor di universitas gunadarma terlalu padat ,sehingga membuat para
pengendara sepeda motor menjadi sulit untuk memarkirkan kendaraannya,hal ini
juga dapat menyebabkan kerusakan pada sepeda motor.menurut saya parkiran
gunadarma di perluas,karena semakin meningkatnya jumlah mahasiswa gunadarma yang diikuti pertambahan volume kendaraan yang
parkir di gunadarma . saran saya yang kedua parkiran gunadarma di beri tanaman atau pohon
agar kendaraan tidak terkena matahari secara langsung.
Masalah kedua yang saya ingin sampaikan yaitu
di tambahnya pengamanan pada parkiran
gunadarma,dengan cara di pasangnya cctv di setiap sudut , dan di tambahnya
petugas yang berjaga di setiap lantai parkiran , agar meminimalisir terjadinya tindak
krimal di parkiran gunadarma.
Menurut saya dengan memberi uang
tanpa menunjukan stnk merupakan cara yang kurang efektif dalam meminimalisir
tindak krimal (pencurian)yang dapat terjadi di kampus gunadarma.saran saya
sebaiknya system pengelolaan parkiran di rubah dengan cara membuat id card
kepada mahasiswa gunadarma yang membawa kendaraan sepeda motor.id card ini di
tunjukan kepada petugas ketika hendak keluar parkiran.
Tuesday, December 10, 2013
PERILAKU KONSUMEN 2
Perilaku pembelian konsumen
sebenarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan
psikologis. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh dan paling luas dan paling
dalam adalah faktor budaya.
1. Faktor Budaya
Budaya, sub-budaya, dan kelas
sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu
keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh
mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga
dan lembaga-lembaga penting lainnya.
Masing-masing budaya terdiri dari
sejumlah sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus
bagi para anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, suku, agama, ras,
kelompok bagi para anggotanya. Ketika sub-budaya menjadi besar dan cukup
makmur, perusahaan akan sering merancang program pemasaran yang cermat disana.
>>Kultur
Kultur (kebudayaan) adalah
determinan yang paling fundamental dari keinginan dan perilaku seseorang. Anak
memperoleh serangkaian nilai (values), persepsi, preferensi, dan perilaku
melalui keluarganya dan institusi-institusi utama lainnya. Seorang anak yang
dibesarkan di Asia mendapat nilai-nilai hubungan keluarga dan pribadi,
kepatuhan, kepercayaan, respek terhadap orang lain terutama yang lebih tua, dan
kesalehan. Contoh kasus : Sebuah restoran cepat saji asal amerika serikat
(McDonald’s tm) di Singapura memanfaatkan kesempatan dalam karakteristik orang
singapura yang “takut kalah” atau kisau dalam terminologi lokal. McDonalds
meluncurkan Kisau Burger –sandwich ayam yang diasinkan. Mereka juga menciptakan
karakter Mr. Kisau McDonalds yang akan memberitahukan kepada anda bahwa ada 42
biji wijen pada rotinya dan menghitungnya sehingga anda tidak akan tertipu.
Konsumen tertarik dengan burger baru tersebut karena burger tersebut
dihubungkan dengan karakter Mr.Kisau tadi.
>>Sub Kultur
Setiap kultur terdiri dari
sub-sub kultur yang lebih kecil yang memberikan identitas dan sosialisasi yang
lebih spesifik bagi para anggotanya. Sub-kultur mencakup kebangsaan, agama,
kelompok ras, dan daerah geografis. Banyak sub kultur membentuk segmen pasar
yang penting dan para pemasar kerap kali merancang produk dan program pemasaran
yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Salah satu contohnya adalah
pentingnya fengshui bagi orang cina, khususnya mereka yang berasal dari
kalangan bisnis di Hongkong, Malaysia, dan Singapura. Mereka telah lama dikenal
bergantung pada fengshui dalam pemilihan kantornya, agar bisa memperoleh lama
dan keberuntungan serta kemakmuran. Para pembeli rumah dari etnis tionghoa ini
menghindari nomor 4 karena lafal angka empat mirip dengan kata “mati” sehingga
mereka kerap kali menganggap konotasinya sama.
>>Kelas Sosial
Sebenarnya semua masyarakat
manusia menunjukan stratifikasi sosial. Stratifikasi kadang-kadang berupa
sistem kasta seperti di masyarakat India tradisional, di mana anggota dari
kasta yang berbeda dibesarkan untuk peraran-peranan tertentu dan tidak dapat
mengubah keanggotaan kasta mereka. Yang lebih lanjut adalah stratifikasi dalam
bentuk kelas sosial. Kelas sosial udalah divisi atau .Kelompok yang relatij
homogen dan tetap dalam sualu masyarakat, yang tersusun secara hirarkis dan
anggota-anggotnya memiliki nilai, minat, dan perilaku yang mirip. Para ilmuwan
sosial mengidentifikasi tujuh kelas sosial di bawah ini :
Kelas sosial merniliki beberapa
karakteristik. Pertama, orang-orang dalam masing-masing kelas social cenderung
untuk berperilaku yang lebih mirip daripada orang yang berasal dari dua kelas
social yang berbeda. Kedua, orang dipersepsikan mempunyai posisi yang lebih
tinggi atau lebih rendah menurut kelas social mereka, Ketiga, kelas sosial
seseorang ditemukan oleh sejumlah variabel, seperti pekerjaan, penghasilan,
kekayaan, pendidikan, dan orientasi nilai, dan bukan oleh salah satu variable)
tunggal tertentu. Keempat, individu-individu dapat pindah dari satu, kelas
sosial ke kelas sosial yang lain -naik atau turun- selama hidup mereka. Tingkat
mobilitas ini bervariasi, tergantung pada rigiditas atau kekakuan stratifikasi
social dalam masyarakat tertentu.
Kelas-kelas sosial menunjukan
preferensi produk dan merek dalam bidang-bidang ter-tentu seperti pakaian,
perabotan rumah, kegiatan pada waktu luang, dan kendaraan. Beberapa pemasar
memfokuskan usaha mereka pada satu kelas social. Misalnya Shang Palace di
Shangrila Hotel Singapura berfokus pada pelanggan kelas atas, sedangkan kios
makanan di pusat penjaja terbuka berfokus pada pelanggan kelas menengah dan
bawah. Kelas-kelas social berbeda dalam preferensi media mereka, di mana
konsumen kelas atas memilih media majalah dan buku sedangkan konsumen kelas
bawah memilih televisi. Bahkan dalam sebuah kategori media, seperti TV,
konsumen kelas atas lebih menyukai siaran berita dan drama, sedangkan konsumen
kelas bawah lebih.menyukai Opera sabun dan acara kuis. Terdapat juga perbedaan
bahasa di antara kelas-Kelas social Para pemasang iklan harus menyusun kopi
iklan (copy) dan dialog yang benar-benar sesuai dengan kelas social yang
dituju.
2. Faktor social
Selain faktor budaya, perilaku
konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok acuan,
keluarga, peran, dan status sosial. Kelompok acuan terdiri dari semua kelompok
yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau
perilaku orang tersebut.
Keluarga meruapkan organisasi
pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota
keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh.
Peran dan status sosial seseorang
menunjukkan kedudukan orang itu setiap kelompok sosial yang ia tempati. Peran
meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing
peran menghasilkan status.
Dalam faktor ini dibedakan
menjadi Organisasi, Kelompok Rujukan, Keluarga, dan Media
>>Kelompok Acuan
Banyak kelompok mempengaruhi
perilaku seseorang. Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang
mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau pengaruh tidak langsung terhadap
sikap atsu perilaku Seseorang Kelompok-kelompok yang mempunyai pengarah
langsung terhadap seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership groups).
Ini merupakan kelompok di mana orang tersebut ikut serta dan berinteraksi.
Sebagian merupakan kelompok primer, seperti keluarga, teman, tetangga dan rekan
kerja, yzng mana orang tersebut secara terus-menerus berinteraksi dengan
mereka. kelompok primer cenderung bersifat informal. Seseorang juga termasuk
dalam kelompok sekunder, seperti kelompok religius, kelompok profesi, dan
kelompok asosiasi perdagangan, yang cenderung bersifat lebih formal dan
mempunyai interaksi yang tidak begitu rutin.
Orang-orang juga dipengaruhi oleh
kelompok-kelompok di mana mereka buat anggota¬nya. Kelompok-kelompok yang
seseorang ingin masuk disebut kelompok aspirationar. Sebagai contoh, seorang
remaja Jepang mungkin berharap bahwa suatu hari nanti dapat bermain baseball
untuk klub.,Yomiuri Giants. Kelompok disokittif adalan kelompok yang nilai atau
perilakunya ditolak oleh seorang individu. Remaja yang sama tadi mungkin ingin
menghindar; hubungan dengan remaja-remaja yang keluyuran di Harajuku.
Para pemasar berusaha
mengidentifikasi kelompok acuan dari pelanggan sasaran mereka. Orang-orang
secara signifikan dipengaruhi oleh kelompok acuan mereka paling sedikit melalui
tiga cara. Kelompok acuan manghubungkan seorang individu dengan perilaku dan
gaya hidap baru. Mereka juga mempengaruhi sikap dan konsep diri (self-concept)
seseorang karena biasanya dia berhasrat untuk “menyesuaikan diri” dengan
kelompok tersebut. Dan kelompok acuan yang menciptakan tekanan untuk
keseragaman yang mungkin mempengaruhi pilihan produk. dan merek aktual
seseorang. Pengaruh kelompok acuan berubah seiring dengan perkembangan produk
dalam siklus hidup produknya. Ketika suatu produk pertama kali diperkenalkan,
keputusan untuk membeli sangat direngaruhi oleh pihak. lain, tetapi pilihan
merek; tidak begitu dipengaruhi oleh pihak lain. Pada tahap pertumbuhan pasar,
pengaruh kelompok acuan bersifat kuat untuk pilihan. produk dan merek. Pada
tahap kedewasaan produk, hanya pilihan merek saja yang sangat dipengaruhi oleh
pihak lain. Pada tahap penurunan, pengaruh kelompok bersifat lemah baik
terhadap pilihan produk maupun pilihan merek.
Produsen produk dan merek di mana
pengaruh kelompok sangat kuat harus menentukan bagaimana mendekati dan
mempengaruhi para pemimpin opini dalam kelompok-kelompok acuan tersebut. Para
pemimpin opini dijumpai dalam semua lapisan masyarakat, dari seseorang dapat
menjadi pemimpin opini untuk bidang produk tertentu dan menjadi pengikut opini
untuk bidang produk yang lain. Pemasar berusaha mendekati para pemimpin opini
dengan mengidentifikasi karakteristik demogrefis plan psikografis yang
berhubungan dengan kepemimpinan opini, mengidentifikasi media yang dibaca
pemimpin opini, dan mengarahkan peran-peran kepada pemimpin opini.
Pengarah kelompok bersifat kuat
untuk produk-produk yang dapat dilihat oleh pihak lain yang dihormati si pembeli.
>>Keluarga
Anggota keluarga merupakan
kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Kita bisa membedakan dua
keluarga dalam kehidupan pembeli Keluarga orientasi (family of orientation)
terdiri dari orang tua seseorang Dari orang tua, seseorang memperoleh orientasi
terhadap agama, poltik, dan ekonomi serta pamahaman atas ambisi pribadi,
penghargaan pribadi, dan cinta. Bahkan jika pembeli sudah tidak lagi terlalu
sering berinteraksi dengan orang tuanya, pengaruh orang tua terhadap perilaku
pembeli tersebut bisa saja tetap signifikan. Di negara-negara di mana orang tua
hidup bersama anak-anak mereka yang sudah dewasa, pengaruh mereka dapat saja
bersifat substansial.
Pengaruh yang lebih langsung
terhadap perilaku pembelian sehari-hari adalah keluarga prokreasi (family of
procreation) seseorang, yakni pasangan hidup (suami/istri) dan anak-anaknya.
Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam
masyarakat, dan telah diteliti secara eksensif Para pemasar tertarik dengan
peran dan pengaruh relatif dari suami istri, dan anak-anak dalam pembelian
berbagai macam produk dan jasa. Peran dan pengaruh ini akan sangat bevariasi di
negara-negara dan kelas-ke:as sosial yang berbeda. Pemasar harus selalu
meneliti pola-pola spesifik dalam pasar sasaran tertentu. Contohnya, di dalam
rumah tangga tradisional China, sudah merupakan hal yang lumrah bila suami
memberiktqn semua gajinya kepada istrinya, karena sang istri yang mengatur
pengeluaran keluarganya.
>>Media
Saat ini dimana jarak dan waktu sudah
tidak lagi membatasi komunikasi lintas bangsa dan negara, kahadiran media
komunikasi seperti koran, radio, televisi, dan internet ditengarai sebagai
suatu cara terampuh untuk menebarkan trend dan produk. Masyarakat di suatu
negara dapat mengetahui perkembangan trend di negara lain dengan perantara
media komunikasi. Suatu informasi dapat langsung di akses secara cepat dan
akurat, siaran pertandingan langsung sepakbola di suatu negara dapat disaksikan
oleh jutaan manusia di dunia melalui siaran langsung televisi. Suatu peristiwa
/ kejadian penting di suatu negara dapat diketahui oleh seluruh masyarakat
dunia. Sebagai contoh kejadian gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan
Sumatera Utara serta sebagian Sumatera Barat langsung diketahui oleh pemerintah
di jakarta dan disebarluaskan ke seluruh dunia. Saat ini banyak media informasi
yang dapat secara cepat menyampaikannya.
Media juga dapat merusak moral
suatu bangsa dan kebudayaan serta tradisi suatu bangsa. Budaya asia adalah
merupakan budaya timur yang masih berpedoman pada hukum norma dan adat serta
agama. Sedang budaya barat cenderung menganut paham bebas. Ketika terjadi
masuknya budaya barat ke timur maka bila tidak di saring dan diambil baiknya
sehingga dapat menghancurkan budaya timur itu sendiri. Seperti saat ini berapa
banyak generasi muda indonesia yang mengetahui adat dan budaya indonesia? Dan
berapa banyak yang terjun di dalamnya. Kebanyakan generasi muda lebih mengikuti
trend barat seperti trend merayakan hari Valentine, budaya indonesia tidak pernah
mengenal ada perayaan seperti itu. Satu sisi hal ini merusak budaya bangsa dan
hal lain ialah memberikan keuntungan bagi para pemasar pernak pernik valentine
yang berdampak pada banyaknya pemesanan dan hingga pada akhirnya industri
pembuat pernak pernik tumbuh berkembang. Berbagai trend mode, busana, dan tata
rias juga tidak lepas dari adanya pengaruh media, meskipun ada beberapa
perancang dan trendsetter memodifikasikannya dengan budaya indonesia.
>>Konsumen Individu
Keputusan seseorang pembeli juga
dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu antara lain usia pembeli, dan
tahap siklus hidup, pekerjaan, kondisi ekonomi, gaya hidup, dan kepribadian
serta konsep diri pembeli.
Perilaku konsumen dan faktor yang
mempengaruhinya konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari.
Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal
yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6):
definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan
kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek
pertukaran dalam hidup mereka.
>>Peran dan status
Peran dan status sosial seseorang
menunjukkan kedudukan orang itu setiap kelompok sosial yang ia tempati. Peran
meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing
peran menghasilkan status.
Contoh, seorang yang memiliki
peran sebagai manajer dan status yang lebih tinggi dari pegawai kantor, dimana
ia juga memiliki banyak keluarga dan anak, tentu ia akan tertarik dengan produk
mobil dari Toyota, karena ada kesesuaian antara kebutuhan dan keunggulan Toyota
sebagai mobil keluarga ideal terbaik Indonesia, ia bahkan juga bisa membeli
pakaian mahal dan juga keluarganya, membeli rumah besar untuk keluarganya dan
lain-lain.
Selain dua factor diatas, masih
ada satu factor lagi, yaitu psikologi, akan dijelaskan sedikit seperti dibawah
ini.
3. Psikologi
Titik awal untuk memahami
perilaku konsumen adalah adanya rangsangan pemasaran luar seperti ekonomi,
teknologi, politik, budaya. Satu perangkat psikologi berkombinasi dengan
karakteristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan
keputusan pembelian. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam
kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dengan keputusan
pembelian akhir. Empat proses psikologis (motivasi, persepsi, ingatan dan
pembelajaran) secara fundamental, mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap
rangsangan pemasaran.
Sumber:
WELL GROOMED
Istilah wel – groomed berasal
dari istilah bahasa Inggris, yaitu dari kata to groom yang berarti memelihara,
sedangkan well berarti baik. Jadi well – groomed berarti terpelihara dengan
baik. Seseorang memperoleh julukan well – groom apabila rambutnya tersisir dan
berpotongan rapi, berpakaian rapi dan bersih, luwes, sedap dipandang serta
menarik.
Seseorang yang mengenakan pakaian
yang mahal dengan perlengkapan pakaian (tas, topi, aksesoris dan sebagainya)
serba mewah tidak dapat dikatakan well – groomed apabila tidak dapat merawat
atau memelihara apa yang dikenakan itu dengan baik.
Ciri-ciri Well – Groomed terdiri dari :
Ø Rapi
Ø Cantik
dan menaris
Ø Harmonis dan serasi
Ø Luwes
Syarat-syarat Pencapaian Well –
Groomed
a.
Perlu mengetahui tentang tata busana secukupnya
yaitu :
- Potongan /
guntingannya, warna / corak. Cara memakai, waktu / kesempatan, tempat dimana
pakaian itu harus dipakai, dan sebagainya.
b. Perlu menyadari keadaan dirinya
- Besar atau
kecil, pendek atau tinggi, berkulit kuning atau hitam, dan sebagainya.
c. Perlu mengetahui tentang
tata pergaulan, cara bercakap- cakap di rumah atau dengan orang lain, di tempat
resepsi, di pasar, di gedung bioskop dan sebagainya. Juga harus tahu dengan
siapa kita bercakap-cakap serta apa yang menjadi topic pembicaraannya.
d. Perlu membaca buku atau majalah yang berisi
tentang tata busana, tata boga, (makanan), tata graham (kerumah – tanggaan),
tata pergaulan, tentang ajaran agama, kesusilaanm, dan sebagainya.
e. Selalu menghormati dan
memahami pendapat orang lain, tidak ragu-ragu mengakui kesalahan dan
sebagainya.
f. Perlu membiasakan diri
memperhatikan hal-hal yang baik dan berusaha untuk melakukannya.
g. Perlu membiasakan diri
melakukan apapun dengan selalu memenuhi rasa keindahan, sesuai dengan adapt
istiadat dan rasa kesusilaan yang tinggi.
Setelah diuraikan tentang
cirri-ciri dan syarat-syarat untuk mencapai well – groomed, maka dapat
disimpulkan bahwa : seseorang yang dikatakan bersikap well – groomed tidaknya
hanya dilihat dari penampilan dan pakaian yang dikenakan saja, tetapi tingkah
laku dan kata-kata yang bersangkutan selalu menarik orang lain. Meski bebas
tingkah lakunya. Banyak kata-katanya, namun kewibawaan tetap dimilikinya.
Sumber:
STATUS SOSIAL
- Status Sosial
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton) orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
- Pengertian Kelas Sosial
Kelas sosial adalah stratifikasi sosial menurut ekonomi (menurut Barger). Ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan / perekonomian individu.
Talcott Persons, menyebutkan ada lima menentukan tinggi rendahnya status seseorang, yaitu:
1. Kriteria kelahiran (ras, kebangsawanan, jenis keCamin,
2. Kualitas atau mutu pribadi (umur, kearifan atau kebijaksanaan)
3. Prestasi (kesuksesan usaha, pangkat,
4. Pemilikan atau kekayaan (kekayaan harta benda)
5. Otoritas (kekuasaan dan wewenang: kemampuan-untuk menguasai/ mempengaruhi orang lain sehingga orang itu mau bertindak sesuai dengan yang diinginkan tanpa perlawanan).
Faktor penentu kelas sosial
Beberapa indikator lain yang berpengaruh terhadap pembentukan kelas sosial, yaitu:
A. Kekayaan
Untuk memahami peran uang dalam menentukan strata sosiai/kelas sosial, kita harus menyadari bahwa pada dasamya kelas sosial merupakan suatu cara hidup. Artinya bahwa pada kelas-kelas sosial tertentu, memiliki cara hidup atau pola hidup tertentu pula, dan untuk menopang cara hidup tersebut diperlukan biaya dalam hal ini uang memiliki peran untuk menopang cara hidup kelas sosial tertentu.
Sebagai contoh: dalam kelas sosial atas tentunya diperlukan banyak sekali uang untuk dapat hidup menurut tata cara kelas sosial tersebut. Namun demikian, jumlah uang sebanyak apa pun tidak menjamin segera mendapatkan status kelas sosial atas. "Orang Kaya Baru" (OKB) mungkin mempunyai banyak uang, tetapi mereka tidak otomatis memiliki atau mencerminkan cara hidup orang kelas sosial atas. OKB yang tidak dilahirkan dan disosiaiisasikan dalam subkultur kelas sosial atas, maka dapat dipastikan bahwa sekali-sekali ia akan melakukan kekeliruan, dan kekeliruan itu akan menyingkap sikap kemampuannya yang asli. Untuk memasuki suatu status baru, maka dituntut untuk memiliki sikap, perasaan, dan reaksi yang merupakan kebiasaan orang status yang akan dituju, dan hal ini diperlukan waktu yang tidak singkat.
Uang juga memiliki makna halus lainnya. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan profesional lebih memiliki prestise daripada penghasilan yang berujud upah dari pekerjaan kasar. Uang yang diperoleh dari pekerjaan halal lebih memiliki prestise daripada uang hasil perjudian atau korupsi. Dengan demikian, sumber dan jenis penghasilan seseorang memberi gambaran tentang latar belakang keluarga dan kemungkinan cara hidupnya.
Jadi, uang memang merupakan determinan kelas sosiai yang penting; hal tersebut sebagian disebabkan oleh perannya dalam memberikan gambaran tentang latar belakang keluarga dan cara hidup seseorang.
B. Pekerjaan
Dengan semakin beragamnya pekerjaan yang terspesialisasi kedalam jenis-jenis pekerjaan tertentu, kita secara sadar atau tidak bahwa beberapa jenis pekerjaan tertentu lebih terhormat daripada jenis pekerjaan lainnya. Hal ini dapat kita lihat pada masyarakat Cina klasik, dimana mereka lebih menghormati ilmuwan dan memandang rendah serdadu; Sedangkan orang-orang Nazi Jerman bersikap sebaliknya. Keseluruhan cara hidup seseoranglah yang pada akhimya menentukan pada strata sosial mana orang itu digolongkan. Pekerjaan merupakan salah satu indikator terbaik untuk mengetahui cara hidup seseorang. Oleh karena itu, pekerjaan-pun merupakan indikator terbaik untuk mengetahui strata sosial seseorang.
C. Pendidikan
Kelas sosial dan pendidikan saling mempengaruhi sekurang-kurangnya dalam dua hal. Pertama, pendidikan yang tinggi memerlukan uang dan motivasi. Kedua, jenis dan tinggi rendahnya pendidikan mempengaruhi jenjang kelas sosia. Pendidikan tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera, minat, tujuan, etiket, cara berbicara - perubahan dalam keseluruhan cara hidup seseorang.
Dalam beberapa hal, pendidikan malah lebih penting daripada pekerjaan. De Fronzo (1973) menemukan bahwa dalam segi sikap pribadi dan perilaku sosial para pekerja kasar sangat berbeda dengan para karyawan kantor. Namun demikian, perbedaan itu sebagian besar tidak tampak bilamana tingkat pendidikan mereka sebanding.
Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial
Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial berbeda – beda sesuai dengan kelas sosial yang ingin di tuju. Bisa dilihat apabila ingin memasarkan suatu produk yang mempunyai kelas sosial yang tinggi biasanya menggunakan iklan yang premium atau bisa di bilang lebih eksklusif karena dapat diketahui bahwa orang – orang yang berada di kelas sosial atau memiliki status sosial yang tertinggi, mereka lebih memilih produk yang higienis, terbaru, bermerk, dan kualitas yang sangat bagus. Berbeda apabila pemasaran dilakukan untuk orang – orang yang berada pada kelas sosial terendah. Penggunaan iklan pun kurang di gencarkan dan biasanya malah lebih menggunakan promosi yang lebih kuat, karena kelas sosial yang rendah lebih banyak mementingkan sebuah kuantitas suatu produk dengan harga yang murah. Jadi berbeda sekali pemasaran yang dilakukan apabila melihat dari posisi kelas sosial yang ada.
Sumber:
http://tika44.blogspot.com/2013/01/pengaruh-kelas-sosial-dan-status-pada.html
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton) orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
- Pengertian Kelas Sosial
Kelas sosial adalah stratifikasi sosial menurut ekonomi (menurut Barger). Ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan / perekonomian individu.
Talcott Persons, menyebutkan ada lima menentukan tinggi rendahnya status seseorang, yaitu:
1. Kriteria kelahiran (ras, kebangsawanan, jenis keCamin,
2. Kualitas atau mutu pribadi (umur, kearifan atau kebijaksanaan)
3. Prestasi (kesuksesan usaha, pangkat,
4. Pemilikan atau kekayaan (kekayaan harta benda)
5. Otoritas (kekuasaan dan wewenang: kemampuan-untuk menguasai/ mempengaruhi orang lain sehingga orang itu mau bertindak sesuai dengan yang diinginkan tanpa perlawanan).
Faktor penentu kelas sosial
Beberapa indikator lain yang berpengaruh terhadap pembentukan kelas sosial, yaitu:
A. Kekayaan
Untuk memahami peran uang dalam menentukan strata sosiai/kelas sosial, kita harus menyadari bahwa pada dasamya kelas sosial merupakan suatu cara hidup. Artinya bahwa pada kelas-kelas sosial tertentu, memiliki cara hidup atau pola hidup tertentu pula, dan untuk menopang cara hidup tersebut diperlukan biaya dalam hal ini uang memiliki peran untuk menopang cara hidup kelas sosial tertentu.
Sebagai contoh: dalam kelas sosial atas tentunya diperlukan banyak sekali uang untuk dapat hidup menurut tata cara kelas sosial tersebut. Namun demikian, jumlah uang sebanyak apa pun tidak menjamin segera mendapatkan status kelas sosial atas. "Orang Kaya Baru" (OKB) mungkin mempunyai banyak uang, tetapi mereka tidak otomatis memiliki atau mencerminkan cara hidup orang kelas sosial atas. OKB yang tidak dilahirkan dan disosiaiisasikan dalam subkultur kelas sosial atas, maka dapat dipastikan bahwa sekali-sekali ia akan melakukan kekeliruan, dan kekeliruan itu akan menyingkap sikap kemampuannya yang asli. Untuk memasuki suatu status baru, maka dituntut untuk memiliki sikap, perasaan, dan reaksi yang merupakan kebiasaan orang status yang akan dituju, dan hal ini diperlukan waktu yang tidak singkat.
Uang juga memiliki makna halus lainnya. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan profesional lebih memiliki prestise daripada penghasilan yang berujud upah dari pekerjaan kasar. Uang yang diperoleh dari pekerjaan halal lebih memiliki prestise daripada uang hasil perjudian atau korupsi. Dengan demikian, sumber dan jenis penghasilan seseorang memberi gambaran tentang latar belakang keluarga dan kemungkinan cara hidupnya.
Jadi, uang memang merupakan determinan kelas sosiai yang penting; hal tersebut sebagian disebabkan oleh perannya dalam memberikan gambaran tentang latar belakang keluarga dan cara hidup seseorang.
B. Pekerjaan
Dengan semakin beragamnya pekerjaan yang terspesialisasi kedalam jenis-jenis pekerjaan tertentu, kita secara sadar atau tidak bahwa beberapa jenis pekerjaan tertentu lebih terhormat daripada jenis pekerjaan lainnya. Hal ini dapat kita lihat pada masyarakat Cina klasik, dimana mereka lebih menghormati ilmuwan dan memandang rendah serdadu; Sedangkan orang-orang Nazi Jerman bersikap sebaliknya. Keseluruhan cara hidup seseoranglah yang pada akhimya menentukan pada strata sosial mana orang itu digolongkan. Pekerjaan merupakan salah satu indikator terbaik untuk mengetahui cara hidup seseorang. Oleh karena itu, pekerjaan-pun merupakan indikator terbaik untuk mengetahui strata sosial seseorang.
C. Pendidikan
Kelas sosial dan pendidikan saling mempengaruhi sekurang-kurangnya dalam dua hal. Pertama, pendidikan yang tinggi memerlukan uang dan motivasi. Kedua, jenis dan tinggi rendahnya pendidikan mempengaruhi jenjang kelas sosia. Pendidikan tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera, minat, tujuan, etiket, cara berbicara - perubahan dalam keseluruhan cara hidup seseorang.
Dalam beberapa hal, pendidikan malah lebih penting daripada pekerjaan. De Fronzo (1973) menemukan bahwa dalam segi sikap pribadi dan perilaku sosial para pekerja kasar sangat berbeda dengan para karyawan kantor. Namun demikian, perbedaan itu sebagian besar tidak tampak bilamana tingkat pendidikan mereka sebanding.
Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial
Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial berbeda – beda sesuai dengan kelas sosial yang ingin di tuju. Bisa dilihat apabila ingin memasarkan suatu produk yang mempunyai kelas sosial yang tinggi biasanya menggunakan iklan yang premium atau bisa di bilang lebih eksklusif karena dapat diketahui bahwa orang – orang yang berada di kelas sosial atau memiliki status sosial yang tertinggi, mereka lebih memilih produk yang higienis, terbaru, bermerk, dan kualitas yang sangat bagus. Berbeda apabila pemasaran dilakukan untuk orang – orang yang berada pada kelas sosial terendah. Penggunaan iklan pun kurang di gencarkan dan biasanya malah lebih menggunakan promosi yang lebih kuat, karena kelas sosial yang rendah lebih banyak mementingkan sebuah kuantitas suatu produk dengan harga yang murah. Jadi berbeda sekali pemasaran yang dilakukan apabila melihat dari posisi kelas sosial yang ada.
Sumber:
http://tika44.blogspot.com/2013/01/pengaruh-kelas-sosial-dan-status-pada.html
Subscribe to:
Posts (Atom)